Iran Tuding AS dan Israel Langgar HAM di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah
Media Antusias Publik.Com
Teheran – Pemerintah Iran kembali menyampaikan tudingan bahwa Amerika Serikat dan Israel telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia melalui serangkaian serangan militer dan sanksi ekonomi yang menyasar wilayahnya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah sepanjang 2025-2026.
Menurut Iran, tindakan militer yang dilakukan AS dan Israel, termasuk serangan ke sejumlah fasilitas strategis, dinilai berdampak pada infrastruktur sipil dan membahayakan keselamatan warga.
Iran juga menyoroti sanksi ekonomi sepihak yang diberlakukan AS. Pemerintah Teheran menilai sanksi tersebut memperparah kondisi kemanusiaan dengan membatasi akses terhadap obat-obatan, pangan, dan peralatan medis.
Tudingan ini telah disampaikan Iran dalam sejumlah forum internasional, termasuk di PBB dan Dewan HAM PBB.
Tanggapan AS dan Israel
Di sisi lain, AS dan Israel menyatakan bahwa langkah militer dan sanksi diambil sebagai respons terhadap program nuklir Iran serta dukungan Teheran terhadap kelompok bersenjata di kawasan.
Kedua negara menegaskan bahwa operasi yang dilakukan bertujuan menjaga keamanan regional dan mencegah eskalasi konflik yang lebih besar.
Perspektif Hukum Internasional
Pakar hukum internasional menilai persoalan ini menyangkut dua prinsip utama: proporsionalitas dalam penggunaan kekuatan militer dan dampak sanksi terhadap hak ekonomi serta sosial warga sipil.
Hingga saat ini belum ada putusan mengikat dari Mahkamah Internasional terkait tudingan tersebut.
Kedua pihak terus membawa narasi dan bukti masing-masing ke forum internasional, sementara situasi di kawasan masih berada dalam kondisi siaga tinggi.
Catatan :
*Sumber Berita Pernyataan Iran disampaikan lewat:
- Kementerian Luar Negeri Iran
- Misi Tetap Iran di PBB
- Siaran resmi IRNA dan Press TV
Siber : Media Antusias Publik.Com
Editor : Muhammad Muhlis

.png)





