IHRAM YANG TERLIPAT RAPI
“Bu Ety Wafat di RS Mekkah” Pak Gusti Wukuf di Arafah Bawa Doa Sang Istri
Media Antusias Publik.Com
Ety Mardyati, pensiunan perawat RSUD dr. Sudarso Pontianak, wafat di Rumah Sakit Mekkah pada 8 Dzulhijjah 1447 H / 11.30 waktu Arab Saudi.Beliau meninggal 10 menit sebelum wukuf di Arafah. Suaminya, Pak Gusti tetap berangkat wukuf sambil membawa kain ihram Bu Ety yang terlipat rapi di tas. Ihram itu tidak sempat dipakai karena Bu Ety wafat lebih dulu.
Bu Ety Mardyati : Mantan perawat RSUD dr. Sudarso Pontianak. 5 tahun terakhir menahan sakit autoimun, skleroderma dan lupus Dan Pak Gusti Suami setia yang 5 tahun merawat Bu Ety. Menyiapkan air hangat, jadi sandaran saat Bu Ety lelah, dan tetap mendampingi sampai ke Mekkah.
Jemaah Kloter 16 Regu 42, Kloter keberangkatan dari Pontianak. Tim medis kloter yang membawa Bu Ety ke RS Mekkah.Yang Di Lihat Dewi Puryanti Jemaah haji kloter 16 Regu 42 yang menyaksikan langsung kisah haru ini.
Pontianak,Kalimantan Barat Tempat Bu Ety berjuang 5 tahun melawan penyakit autoimun.Bandara Supadio, 7 Mei 2026,Bu Ety berangkat haji dengan kursi roda, diantar Pak Gusti.RS Mekkah Bu Ety wafat dan dimakamkan di pemakaman “Nas Alsyareey” Fardu kifayah diurus pihak rumah sakit.
Padang Arafah,Pak Gusti wukuf mewakili dirinya dan mendoakan Bu Ety,5 Tahun Terakhir,Bu Etty divonis autoimun skleroderma dan lupus setelah pensiun jadi perawat. “2 Kali Tertunda” Nama Bu Ety dan Pak Gusti 2 kali dicoret daftar berangkat karena dokter bilang belum kuat. 7 Mei 2026,Berangkat dari Bandara Supadio menuju Tanah Suci.6 Dzulhijjah, 15.30, Bu Ety dilarikan ke RS Mekkah pakai ambulans tim medis kloter 16 karena sakit.
Kemudian 8 Dzulhijjah, 11.30, Bu Ety wafat husnul khotimah di RS Mekkah. Pak Gusti wukuf di Arafah hari itu juga.Cinta & Pengorbanan,5 tahun Pak Gusti rawat Bu Ety.Tiap sakit, dia sediakan air hangat.Tiap lelah, dia bilang “istirahat di bahuku”.
Tekad Haji,Walau 2 kali gagal berangkat dan dokter melarang, Bu Ety bilang “Allah yang nguatin”. Bisiknya ke suami Bang Gusti,kita haji ya.Kalau Allah panggil, kita sambut” Ikhlas di Puncak Ujian,Saat dipisah di pintu UGD RS Mekkah karena aturan rumah sakit, Bu Ety isyaratkan “Gak apa-apa pak. Kamu wukuf ya. Aku nyusul dari sini”.
Wukuf Berdua dalam Doa,Pak Gusti wukuf dengan ihram putih dan tasbih. Doanya: “Ya Allah… ini wukufku. Ini wukuf Ety juga. 5 tahun dia menahan sakit, 2 hari dia menahan sakit di RS Mekkah. Terima dia ya Allah.Terima kami berdua”.
Berangkat Berdua,Dari Supadio ke Mekkah berdua, meski Bu Ety pakai kursi roda.Dipisah Aturan,Di pintu UGD RS Mekkah, suami tidak boleh masuk. Pak Gusti hanya bisa menempelkan tangan ke kaca dingin sambil berdoa sampai Subuh.Wafat Husnul Khotimah Bu Ety wafat saat jemaah kloter 16 bersiap ke Arafah. Jenazah dimakamkan di Nas Alsyareey oleh RS Mekkah.
Wukuf Sambil Bawa Ihram Istri,Pak Gusti wukuf di Padang Arafah dengan ihram putih dan membawa ihram Bu Ety yang terlipat rapi. “Kita janji berangkat berdua. Pulangnya… ya pulang bareng juga kan”.
Selamjutnya Bang Muhlis Berucap Innalilahi Wainnailaihi Rojiun,Sekalipun Saya Tidak Pernah Berkunjung Ke Rumah Bu Ety Adalah Sesosok Isteri Terbaik Untuk Suami Nya,Semoga Wafat Dalam Keadaan Khusnul Khotimah,Selamat Jalan Bu Ety Semoga Amalan Baik Beserta Ibu,Jannah Menunggu Mu.
Akhir Suatu Kata Bang Muhlis Ucapkan Semoga Pak Gusti Surya Darma,SH.Di Berikan Suatu Kesabaran Dan Maupun Ketabahan Dalam Menjalankan Kehidupan Di Dunia Yang Panah Ini,Kita Dilahirkan Kedunia Oleh nya Kita Juga Kembali Kepadanya,Allah Ajawajalla.
- PENUTUP MAP.Com *
Allah tidak kasih mereka momen perpisahan yang sempurna di dunia.Tapi Allah kasih cara perpisahan yang paling sempurna: dipisah badan, disatukan doa. 5 tahun menahan sakit, 2 hari menahan sakit di RS Mekkah. Bu Ety wukuf di sisi Allah. Pak Gusti wukuf di Padang Arafah. Semoga Allah satukan keduanya di Jannah.Aamiin.
Reporter : Hadran HA Fatah
Jabaratan : Biro Kalimantan
- Siber : Media Antusias Publik.Com
