BUPATI&FKUB TORAJA UTARA STUDI TIRU KE PONTIANAK
Media Antusias Publik.Com
” Pelajari Strategi Jaga Kerukunan Umat Beragama & Tangani Konflik Horizontal “.
Bupati Toraja Utara bersama Forum Kerukunan Umat Beragama FKUB Toraja Utara* melakukan studi tiru ke Kota Pontianak.
Tujuannya untuk mempelajari strategi pengelolaan kerukunan umat beragama dan cara penanganan konflik horizontal. Kota Pontianak dipilih karena dinilai berhasil menjaga keharmonisan di tengah keragaman suku yang sangat kompleks.
Bupati Toraja Utara : Memimpin rombongan untuk gali ilmu dan bawa pulang strategi baik.
FKUB Toraja Utara : Tokoh lintas agama yang jadi ujung tombak jaga kerukunan di daerah.
Pemkot Pontianak*: Tuan rumah yang memaparkan program dan kebijakan kerukunan.
FKUB Kota Pontianak*: Berbagi pengalaman nyata mediasi dan dialog antar umat beragama.
Warga Kota Pontianak : Jadi bukti hidup toleransi di tengah perbedaan suku, agama, budaya.
Studi tiru dilaksanakan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Pontianak dijuluki Kota Khatulistiwa karena posisinya di garis khatulistiwa dan keragamannya.
Kegiatan studi tiru berlangsung pada 04 Juni 2026. Rombongan Toraja Utara datang khusus untuk belajar langsung ke kota yang dikenal rukun ini.
Berhasil Jaga Harmoni, Walau punya banyak suku dan agama, warga Pontianak tetap hidup damai berdampingan.
Strategi Teruji, Pemkot dan FKUB Pontianak punya cara efektif kelola perbedaan dan cegah konflik horizontal.
Keragaman Kompleks, Pontianak jadi contoh kota besar yang mampu atur keragaman tanpa benturan.
Replikasi Daerah, Ilmu dari Pontianak akan diterapkan di Toraja Utara agar kerukunan makin kuat.
Pertemuan & Paparan, Rombongan Toraja Utara terima paparan dari Pemkot dan FKUB Pontianak soal program kerukunan.
Dialog Terbuka,Tanya jawab langsung tentang cara deteksi dini potensi konflik dan peran tokoh agama.
Lihat Praktik Baik,Tinjau langsung kegiatan warga Pontianak yang hidup rukun antar agama dan suku.
Bawa Pulang Ilmu,Semua strategi dicatat, lalu disesuaikan dengan kondisi sosial budaya Toraja Utara.
PENUTUP MAP.Com :
Studi tiru bukan sekadar datang dan pulang. Ini soal bawa pulang damai. Dari Toraja Utara ke Pontianak, dari Pontianak untuk Indonesia. Kalau Pontianak bisa rukun dengan keragamannya, maka daerah lain pasti bisa. Kuncinya satu: saling jaga, saling hormat.
*Reporter : Hadran HA Fatah
*Jabaratan : Biro Kalimantan
*Pimred : Muhammad Muhlis
Media Antusias Publik.Com
