Perbaikan Jalan Mantewe–Batulicin Dikeluhkan Warga: Tambal Sulam Dinilai Membahayakan Pengguna Jalan

Perbaikan Jalan Mantewe–Batulicin Dikeluhkan Warga: Tambal Sulam Dinilai Membahayakan Pengguna Jalan

Media-Antusias-Publik-Com

Mantewe, Tanah Bumbu – 19 April 2026* – Proyek perbaikan ruas jalan Mantewe–Batulicin di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, menuai keluhan serius dari warga. Alih-alih meningkatkan kenyamanan, kondisi jalan justru dinilai semakin membahayakan dan berpotensi menjadi “perangkap” bagi pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah titik jalan telah dikupas namun belum ditangani tuntas. Beberapa lubang dibiarkan menganga, sementara titik lain hanya ditambal seadanya sehingga permukaan jalan tetap bergelombang dan tidak rata.

“Hal ini sangat berbahaya sekali kalau orang yang baru lewat sini,” ujar Yanto, pengendara yang melintas, kepada wartawan, awal pekan ini.

Keluhan serupa disampaikan Kamaruddin, warga setempat. Ia menyebut kondisi jalan yang tidak merata telah menyebabkan beberapa pengendara terjatuh. “Habis dilubangi, kesannya ditinggalkan begitu saja,” ucapnya.

Tambal Sulam Minim Standar, Risiko Kecelakaan Meningkat

Hasil penelusuran selama beberapa hari menunjukkan metode perbaikan masih bersifat manual dan terkesan tidak optimal. Lapisan aspal yang dikupas tidak segera dilapis ulang dengan perkerasan yang memadai, sehingga menciptakan permukaan jalan tidak stabil bagi kendaraan bermotor.

“Baru sekarang saya lihat pemeliharaan jalan seperti ini. Aspalnya diuruk manual,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.

Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang rentan terhadap perubahan kontur jalan secara tiba-tiba.

Minim Rambu & Penerangan, Papan Proyek Tak Ditemukan

Yang menjadi sorotan, di sepanjang ruas Mantewe hingga Batulicin tidak ditemukan papan informasi proyek. Padahal, papan proyek wajib dipasang untuk memastikan transparansi sekaligus memberi informasi kepada publik.

Rambu peringatan yang ada pun dinilai tidak memadai: ukurannya kecil, jumlah terbatas, dan sebagian rusak akibat dilintasi kendaraan berat.

Pada malam hari, situasi makin berbahaya. Minimnya penerangan jalan dan ketiadaan reflektor pada rambu membuat pengguna jalan sulit mengantisipasi lubang atau permukaan tidak rata.

Jalur Vital, BPJN Kalsel Belum Beri Keterangan

Perbaikan jalan seharusnya menghadirkan rasa aman dan nyaman. Namun di ruas ini, proses pengerjaan justru menimbulkan risiko baru. Lubang menganga tanpa penanganan cepat dan sistem tambal sulam yang tidak merata membuat jalan tidak hanya tidak nyaman, tapi juga berbahaya.

Ruas Mantewe–Batulicin merupakan jalur vital yang dilalui berbagai jenis kendaraan setiap hari, mulai dari pelajar hingga angkutan berat. Jika tidak segera ditangani dengan standar teknis yang tepat, potensi kecelakaan dikhawatirkan meningkat.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemeliharaan ruas jalan ini diketahui berada di bawah kewenangan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai metode pengerjaan maupun standar keselamatan yang diterapkan di lokasi.

Peningkatan kualitas infrastruktur semestinya sejalan dengan standar keselamatan kerja dan perlindungan bagi pengguna jalan. Transparansi proyek serta kelengkapan rambu menjadi bagian penting untuk mencegah risiko kecelakaan selama proses perbaikan berlangsung.

*Siber : [Media Antusias Publik .Com]
*Editor : [Bang Muhlis]

Pos terkait